Beliau ini adalah ulamanya para ulama. Namanya Syeikh Yusuf Qardhawi.

Beberapa waktu yang lalu, alhamdulillah saya sempat bertamu dan bertemu dengan Syeikh Yusuf Qardhawi di rumahnya. Personal. Ada beberapa hal yang saya tanya dan beliau jawab, di antaranya peranan harta.

Sebagai ketua para ulama di dunia, beliau mengatakan bahwa harta itu mutlak diperlukan. Lapar, kan perlu makan. Haus, kan perlu minum. Takut, kan perlu naungan. Termasuk urusan dakwah. Jangan tabu dengan harta.

Beliau pun mengingatkan pentingnya bersedekah dengan mengutip Surat Al-Ma’un. Namun beliau juga mengingatkan bahaya bermegah-megahan dengan mengutip Surat Al-Takatsur. Masya Allah, peringatan yang berimbang!

Di buku-buku sebelumnya, saya pernah menyebut sedekah itu sebagai investasi dan proteksi. Tapi, jangan salah kaprah ya. Soalnya di Inggris, tahun 1700-an Anda bisa membeli asuransi untuk menjaga kalau-kalau Anda masuk neraka. Hehehe. Kejadian aneh ini ditulis oleh Noel Botham dan diterbitkan 2006.

Lihatlah sejarah. Tokoh-tokoh yang mengubah dunia telah melakukan ini sejak lama. Berbagi. Buddha menolong orang susah. Isa menolong orang sakit.  Abubakar menyuapi Yahudi buta, meneruskan kebiasaan sosok kesayangannya.

Maka, sudah sepantasnya kita menjadikan sedekah atau berbagi ini sebagai kebiasaan harian. Bukan mingguan atau bulanan. Toh kita semua sudah tahu betapa dahsyat manfaat dan balasannya. Dan sejatinya, bukan rezeki yang kurang, mungkin keyakinan yang kurang. Berhentilah beralasan! 
--- oleh Ippho Santosa

Post a Comment

Ads Top Post Grid

Iklan Dibawah Artikel

Pengaturan Iklan Tengah

var setting = { taghtml: "br", index: "3" };