Dari segi kebermanfaatan, adakah persamaan mendasar antara barang dan orang? Kita pun buru-buru mengangguk mengiyakan karena kita semua tahu persis, sedikit-banyak memang ada persamaannya...
Begini. Barang kalau kurang bermanfaat, akan dipinggirkan. Lalu masuk gudang. Lalu masuk tong sampah... Demikian pula manusia, sedikit-banyak ada kemiripan. Sekiranya keberadaan kita dianggap kurang atau tidak bermanfaat, maka diri kita pelan-pelan dilupakan. Dipinggirkan. Ini fakta yang pahit dan nyelekit, tapi valid...
Semalam saya bersama dua miliarder, Pak Juli dan Bu Guril, berseminar untuk 1000-an leader Armina di Pullman Hotel, Central Park. Hal serupa saya sampaikan kepada peserta. Kekayaan dan pencapaian kita akan membuat orang lain terkesan. Tapi amal dan manfaat kitalah yang akan membuat orang lain mengenang juga mendoakan kita. Itu nyata...
Manfaat, kita mulai saja dari hal yang sederhana. Apa itu? Social media. Buatlah status atau twit yang penuh manfaat. Setidaknya, mengandung motivasi dan inspirasi. Jangan melulu jualan, hehe. Tapi, yah masih mending jualan, daripada menebar gunjingan, kebencian, atau hoax (Yang saya lihat, orang yang sibuk jualan, nggak punya waktu untuk memfitnah dan mem-bully).
Atas nama dakwah, sebagian dari kita sering menebar berita yang nggak jelas. Eh, yang lain langsung mem-forward. Padahal setiap berita mesti jelas terkait siapa, kapan, dan di mana. Nggak layak disebut berita kalau cuma tulisan 'pada suatu hari' atau 'seorang pemuda Saudi'. Itu cerita, bukan berita... Demikian pula terhadap pemerintah. Pemerintah kalau salah, kita kritisi, tapi jangan benci. Pemerintah kalau bener, kita apresiasi, tapi jangan menjilat.
Ketika account twitter saya di-follow Pak SBY, Pak JK, Pak Aher, Pak Ridwan Kamil, Pak Gita Wirjawan, dll, jujur saja, saya merasa senang. Wajar tho? Namun tak cukup sampai di situ. Saya pun berusaha membuat twit yang jauh lebih bermutu daripada yang sudah-sudah. Kritisi dan apresiasi, saya usahakan tetap berimbang, insya Allah...
Teman-teman yang bekerja di kantor, saran saya, jangan batasi kebermanfaatan anda sebatas divisi saja. Dunia ini luas. Walaupun dari divisi lain atau luar perusahaan, kalau memang diri anda bisa memberi manfaat, kenapa tidak? Sekiranya kita dimanfaatin orang, tetap saja itu ada baiknya. Right?
Berangkat kerja, gimanapun, tetap lebih baik. Disyukuri saja. Masih banyak orang di luar sana yang nyari-nyari kerja... Kalau disyukuri, bukan mustahil nanti bisa buka lapangan kerja... Membuka lapangan kerja itu memang bagus. Termasuk membuka lapangan futsal, hehe. Tapi sekiranya belum bisa, syukuri dulu apa yang bisa...
Tebarlah manfaat, niscaya berkah dan silaturahim didapat. Sepakat? Kalau sepakat, saya Ippho Santosa, turut mendoakan anda dan keluarga anda. Semoga dimampukan untuk menebar manfaat yang sarat...
إرسال تعليق