Sepanjang tahun 2016 saja, lebih dari 15.000 orang meninggal di Suriah akibat bom dan peluru. Bagaimana dengan kedutaan besar kita di sana?
Ada argumen yang kuat, mengapa Pemerintah RI masih menempatkan duta besarnya di Suriah. Padahal, separuh dari 63 kedutaan besar di Suriah, tidak beroperasi lagi.
Kenapa? Karena Suriah memiliki jasa yang tak sedikit untuk Indonesia. Ini menurut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI untuk Suriah, Djoko Harjanto.
Suriah ketika bergabung dengan Mesir dalam Republik Persatuan Arab (RPA), adalah negara-negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Inilah jasa Suriah yang tak boleh kita lupakan.
Terkait ISIS, menurut Dubes, kalau memang ISIS kuat, mengapa tidak menyerang Israel? Anehnya Israel malah tenang-tenang saja. Mungkin karena skenario tertentu.
Padahal fanatisme anti-Israel yang dimiliki Suriah lebih besar daripada Indonesia. Salah satu bukti, Suriah melarang warganya yang Kristen ziarah ke Yerussalem. Sementara Indonesia masih mengizinkan.
Sedangkan Rusia punya kepentingan lain, di mana modal mereka di Suriah sebesar 20 miliar dolar AS, terutama investasi minyaknya. Nah, jika itu investasi itu tidak dibentengi, yah habis.
Jadi, sebenarnya konflik Suriah itu akibat konspirasi internasional dan gejolak politik dalam negeri. Sekali lagi, ini menurut Dubes RI untuk Suriah.
Menyikapi bencana kemanusiaan ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang telah berpengalaman 11 tahun di kebencanaan mengirimkan tim kemanusiaan ke Suriah untuk menyalurkan bantuan makanan dan obat-obatan.
Selain turut berdoa dan turut men-share kabar ini, akan jauh lebih baik kalau kita semua turut berdonasi, berapapun jumlahnya:
BSM #701 388 2945
BCA #676 025 4442
a/n Cepat Tanggap
SMS 0818-0895-5745.
Posting Komentar